Membangun Nusantara Dari Desa

Tiap desa punya masalah sendiri-sendiri, punya Pekerjaan Rumah masing-masing. ada yang dapat ditangani dengan baik dan berhasil mencarikan solusinya, ada juga yang tetap menjadi masalah walaupun telah berkali-kali jadi mengganti pemimpin.

Namun ada satu masalah besar menurut saya bukan  hanya jadi pekerjaan Rumah suatu desa tapi juga menjadi masalah besar bangsa ini. Yaitu masih adanya desa atau pulau terluar yang belum merasakan terangnya lampu pijar yang menerangi hingga ke rumah-rumah disaat malam tiba. Hal ini bisa menghambat suatu perkembangan desa di berbagai aspek, salah satunya ekonomi. 

Keterbatasan Lapangan kerja juga membuat pemuda lebih memilih merantau ke luar daerah daripada harus kembali membangun desanya sendiri. Kita sering mendengar pemuda berdalih bahwa untuk apa pulang kampung?, mau kerja apa di sana?. Pada akhirnya desa yang tidak dibangun dengan baik dan bijak serta tidak memanfaatkan sumber alternatif yang ada makin tidak dilirik pemuda setempat, makin ditinggal.

Maka solusi menurut saya pertama adalah Fasilitas. Untuk menerangi desa sebagai langkah awal membangun desa, kita bisa menggunakan Panel surya sebagai alternatif misalnya, tentu dengan harus mendaptkan dukungan dari pemerintah setempat sebagai perpanjangan tangan kepada pemimpin atasan. Selain ramah lingkungan juga, ini bisa jadi cara agar kita bisa lebih baik memanfaatkan sumber daya bumi dan mengurangi emisi gas karbon di udara.

Dengan adanya sumber listrik yang baik maka akan mengangkat aspek bidang lainnya untuk ikut maju. Seperti berita yang saya baca beberapa hari lalu, menarik inspiratif sekali.

 Jadi ada desa di kabupaten Semarang memanfaatkan tenaga surya untuk pengembangan wifi, dimana kebutuhannya yang meningkat di tengah wabah yang diberi nama Pulsa Kadirejo (Pusaka) yang hebatnya lagi kini telah dipakai lebih dari 10 ribu warga di 23 desa di kabupaten semarang. wow hebat. 

Dampak dari fasilitas yang disediakan pemerintah setempat ini banyak dan memudahkan pelajar untuk belajar daring, yang awalnya mereka harus menempuh perjalanan cukup melelahkan untuk mengikuti peljaran online kini tidak lagi. Nah selain itu pemerintah setempat mulai mendorong UKM setempat untuk mejajaki pasar online yang lebih luas.

Kedua adalah pendidikan. Sektor pendidikan akan meningkat seiring fasilitas serta prioritas program desa genjot dikerjakan. Pendidikan yang bermutu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas. Manusia yang berkualitas akan kembali membangun desanya dan lebih memilih memajukan segala potensi yang ada di desanya.

dan yang paling utama adalah dukungan full dari pemerintah. Pemerintah harus cakap melihat potensi besar yang ada untuk mengatasi masalah. Sebagai negara yang melintasi garis Katulistiwa, langkah pemerintah daerah Kadirejo sudah tepat dengan memanfaatkan limpahnya cahaya matahari untuk mengatasi krisis Jaringan internet melalui Tenaga Surya, lalu kemudian mendorong potensi desa yang lain seperti perekonomian desa lewat jual beli online.

 Menurut saya 3 inilah menjadi poin utama membangun Nusantara dari desa. Desa kamu bagaimana?

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap